
Karya lewat sebuah perjalanan
Menjadi sebuah kelemahan dari saya adalah seputaran masalah klasik, yaitu pendokumentasian karya yang berupa naskah teater, foto dan video pertunjukan, serta tulisan2 seperti puisi banyak yang hilang, penyebab utamanya barang kali karena ketidak sadaran dan kepedulian saya tersendiri dengan dokumentasi tersebut. Selama ini menganggap ketika karya sudah di pertunjukan maka berakhirlah hubungan dengan karya tersebut, saya tidak ingin bermelankolis dengan karya yang sudah-sudah, buat kemudian yang baru.
Beberapa tahun lalu dari kumpulan karya puisi pendek dari puisi2 yang saya kirim lewat sms kepada beberapa orang coba saya dokumentasikan dalam bentuk video, yang berupa tulisan dan ilustrasi gambar dan music, dengan harapan puisi tersebut dapat dinikmati oleh orang dengan bukan sekedar membaca, yang umumnya selama ini orang menikmati puisi adalah dari teks hitam diatas putih. Namun harapannya dapat juga menambah nilai dari karya tersebut dengan penikmatan karya yang lebih segar dalam bentuk video.
Media pembelajaran.
Kali ini saya mencoba lagi dengan format yang berbeda, kali ini dari sebuah dokumentasi-dokumentasi perjalanan hidup saya serta hasil dari eksplorasi dengan alam dan masyarakat sekitar, yang sengaja oleh seorang kawan di rekam dalam video handycam.
Bagi saya sendiri hal ini menjadi sebuah teknik cukup menarik, karena benar-benar dalam proses pendokumentasian (pengambilan gambar) tidak ada perencanaan yang lama, ide gagasan secara spontan hadir ketika prosen tersebut berlangsung.
Tentu saja ketika hasil dari pengambilan gambar dari eksplorasi tanpa pemotongan dan pengulangan, apa adanya maka dalam editing diadakan penambahan atau pemotongan gambar. Maka jadilah sebuah puisi dari beberapa eksplorasi yang dilakukan dengan kondisi dan tempat yang berbeda.
Karya ini harapannya bukan sekedar hanya menjadi dokumentasi pribadi saja, namun lebih dari itu. Harapan saya dari pengolahan karya ini akan menjadi media pembelajaran untuk karya puisi. Pembelajaran yang dimaksud anatara lain:
1. Referensi proses penelusuran ide pembuatan puisi
Sebab dalam video tersebut ditampilkan proses eksplorasi sehingga memunculkan sajak dan puisi yang terkadang tanpa sadar memiliki kekauatan kata tersendiri.
2. Referensi tehnik pembacaan puisi
Dalam video tersebut dilampilkan teks dari puisi dan teknik membacanya, baik secara langsung oleh actor maupun melalui rekaman suara yang di tempelkan bersamaan dengan teks.
3. Referensi performent pembacaan puisi
Performent dan kebebasan actor dalam mengungkapkan puisi menjadi referensi tersendiri dari bentuk performent membaca puisi yang meliputi, ekspresi, komposisi, bloking dll.
Disadari karena karya ini hadir dari sebuah kumpulan dokumentasi perjalanan hidup dan dokumentasi proses-proses eksplorasi, yang tanpa terrencana dibuat, maka masih banyak sekali kekurangan dalam proses pembuatannya terutama pada tehnik pengambilan gambar. Secara natural pengambilan gambar dilakukan oleh beberapa kawan dengan skill yang berbeda-beda, kualitas tehnikpun berbeda-beda. Dan dilakukan oleh orang2 yang masih amatir.
Gepeng Nugroho

1 komentar:
saya suka cara anda meng-explor puisi
Posting Komentar